Festival Sastra Bengkulu, Sebuah Kerja Kebudayaan

Seharusnya tulisan ini dipublikasikan tahun lalu, setelah saya dan kawan-kawan menggelar Festival Sastra Bengkulu (FSB) pertama. Namun, banyak pihak saat itu berpendapat, “Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu”. Tapi, saya pikir pada akhirnya saya perlu menyampaikan ini ketika ada orang-orang yang menuding bahwa festival itu cuma proyek untuk mencari duit. Saya tertawa ketika membaca komentar semacam itu karena yang berkomentar pastilah tak tahu bahwa tak ada festival sastra yang menguntungkan. Yang ada adalah kerja sosial. Festival sastra adalah kerja kebudayaan dan panitia biasanya nombok. Kalau mau untung, bikin konser musik kpop dan pasang harga…

Read More
Publikasi 

Berita Festival Sastra Bengkulu di Kompas

Ketika salah seorang penggerak inti Festival Sastra Bengkulu (FSB) – Bengkulu Writers Festival (BWf) memposting link berita kegiatan itu di kompas.id, sejumlah anggota panitia langsung menyambut dengan membuka link itu. Tapi rupanya, berita berjudul “Festival Sastra Bengkulu Ajang Kreasi Perkuat Tradisi” di Kompas.id itu masuk kategori berbayar. Linknya dapat disimak di…

Read More
Publikasi 

Berita Persiapan Festival Sastra Bengkulu di Koran Tempo

Festival Sastra Bengkulu (FSB) 2019 – Bengkulu Writers Festival (BWF) mendapat dukungan tak hanay dari para sastrawan Indonesia dan luar negeri, juga dari berbagai kalangan, termasuk media masa, baik di daerah maupun nasional. Salah satu berita persiapan FSB-BWF di Koran Tempo edisi Jumat, 12 Juli 1019. Terima kepada Koran Tempo beserta wartawan/editornya yang telah ikut mendukung gerakan literasi ini.

Read More