Berita 

Malam Puisi untuk Indonesia Lebih Bertoleransi

Malam Puisi untuk Indonesia Bertoleransi. Begitu nama kegiatan hasil kerjasama Imaji Indonesia, penyelenggara Festival Sastra Bengkulu (FSB) dengan Radio Republik Indonesia. Sungguh, FSB mendapat dukungan luar biasa dari RRI. Direktur Utama RRI Mohammad Rohanudin bukan hanya ikut membaca puisi dalam kegiatan tersebut, tetapi sekaligus memastikan acara itu berjalan dengan baik. Ia pun senang bukan main setelah acara itu tiba di penghujung. “Bagus, bagus,” katanya berkali-kali sambil menyalami kami.

Ia juga menyalani satu persatu sastrawan yang tampil. Seperti diketahui malam itu tampil Joko Pinurbo, Putu Fajar Arcana, Ruadah Jambak, Aflaha Rizal, Muhammad Subhan dan Wendy Fermana, Sihir Puitika (Mustafa Ismail, Willy Ana dan Iwan Kurniawan), Iyut Fitra, Kurnia Effendi, dan sejumlah penyair Bengkulu. Adapun dari kalangan tokoh, antara lain tampil membaca puisi M Rohanudin, Kapolda Bengkulu, dan lain-lain.

Ahmad Bahri, Kepala RRI Bengkulu, yang mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan itu, pun mengaku senang acara itu berjalan dengan baik. “Persiapan sangat mepet, sekitar tiga minggu. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ujarnya ketika panitia FSB 2019 menemuinya Senin siang (16 September 2019) untuk mengucapkan terima kasih secara khusus sekaligus pamit kembali ke Jakarta. Pak Bahri, begitu kami menyapanya, seperti halnya Dirut RRI, memang sangat antusias menyambut kegiatan tersebut. Kami terus berkomunikasi dan berkordinasi tentang teknis acara.

salah satu rapat dengan RRI Bengkulu

Malam Puisi untuk Indonesia Bertoleransi disiarkan langsung secara nasional oleh RRI Pusat, RRI Bengkulu, dan RRI Net — channel RRI di Youtube dengan tageline “Melihat apa yang Anda dengar”. Kegiatan itu dibagi dalam dua babak. Babak pertama, adalah siaran langsung nasional selama 1,5 jam. Adapun babak kedua adalah siaran lokal. Untuk siaran langsung secara nasional itu, RRI Pusat mengirim tim dari Jakarta untuk mengerjakanannya di bawah supervisi Direktur Program dan Produksi RRI Sulaiman Yusuf.

Kami rapat bolak-balik dengan Tim RRI, baik Tim RRI Bengkulu di bawah pimpinan AHmad Bahri maupun tim dari RRI Pusat. Terakhir, di menit-menit sebelum acara, kami (Ketua Panitia FSB Willy Ana dan Panitia Pengarah Mustafa Ismail) masih sempat rapat terbatas dengan Direktur Program RRI Sulaiman Yusuf dan Ahmad Bahri di restoran Hotel Santika, Bengkulu. Ini demi memastikan acara itu berjalan dengan lancar dan maksimal. Dan, kami sangat berterima kasih atas dukungan RRI terhadap suksesnya Festival Sastra Bengkulu.

Berikut video rekaman Malam Puisi untuk Indonesia Lebih Bertoleransi.

Related posts

Leave a Comment