Festival Sastra Bengkulu, Sebuah Kerja Kebudayaan

Seharusnya tulisan ini dipublikasikan tahun lalu, setelah saya dan kawan-kawan menggelar Festival Sastra Bengkulu (FSB) pertama. Namun, banyak pihak saat itu berpendapat, “Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu”. Tapi, saya pikir pada akhirnya saya perlu menyampaikan ini ketika ada orang-orang yang menuding bahwa festival itu cuma proyek untuk mencari duit. Saya tertawa ketika membaca komentar semacam itu karena yang berkomentar pastilah tak tahu bahwa tak ada festival sastra yang menguntungkan. Yang ada adalah kerja sosial. Festival sastra adalah kerja kebudayaan dan panitia biasanya nombok. Kalau mau untung, bikin konser musik kpop dan pasang harga…

Read More