Foto 

Logo Festival Sastra Bengkulu

Inilah logo Festival Sastra Bengkulu (FSB). Tahun ini, kami tetap mempertahankan logo yang sama. Belum ada rencana untuk mengubah logo. Meskipun tahun ini tajuk kegiatan berbeda yakni “Bengkulu Writers Festival (BWF). Apa yang terbayang di pikiran Anda melihat logo ini? Logo ini diolah dari bunga raflesia, yang menjadi ikon Bengkulu.

Logo ini dibuat oleh seorang penulis sastra, yang juga wartawan dan editor sebuah media nasional, yang kerap menyebut diri sebagai desainer palsu. Bukan hanya logo, sebagian terbesar materi publikasi, termasuk proposal dan laporan kegiatan, dibuat oleh penyuka bebek goreng madura itu.

Celakanya, ia tidak menerapkan tarif untuk pekerjaan ini. Bahkan, pada FSB 2018 ia sama sekali tidak dibayar untuk pekerjaan desain-mendesain ini. Mengapa? Panitia FSB mengalami apa yang kerap disebut dengan istilah keren “defisit”.

Bahkan, untuk kembali ke Jakarta pun, kala itu (Juli 2018), kami (bertiga) naik bus dari Bengkulu, yang untuk tiketnya diberikan dengan terharu oleh salah seorang sahabat sastrawan. Soal ini lain kali saja kami ceritakan. Ada banyak pengalaman mengharukan kami alami dalam mempersiapkan kegiatan ini.

Nah, siapakah “orang baik” itu? Ia tidak mau disebut namanya. “Biarlah saya di belakang layar saja,” katanya di grup panitia. Jika Anda bisa menebak, silakan menyampaikannya di kolom komentar.

Related posts

Leave a Comment